Kompolnas Bantah Pernyataan Presiden

SURABAYA - Statemen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal lemahnya intelijen mencegah bentrokan di Sampang dibantah oleh Komisi Kepolisian Nasional. Versi Kompolnas, justru polisilah yang paling dekat dengan warga pasca bentrokan pertama Desember tahun lalu.
Minggu (3/9), Kompolnas mengglar konferensi pers di loby JTV di Surabaya. mereka mengklaim telah menyaksikan sendiri kondisi di Kecamatan Omben, Sampang. Kompolnas menyimpulkan akar permasalahan di sampang bukan karena lemahnya aparat mengantisipasi. Continue reading

Kompolnas : Polisi Telah Kerja Maksimal Atasi Kasus Sampang

KBRN, Surabaya : Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), telah melakukan audit dan verifikasi kinerja aparat kepolisian terkait kasus Sampang. Berdasarkan evaluasi yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, Kompolnas menilai jika polisi telah bekerja maksimal dalam mencegah kasus kekerasan tersebut.

Komisioner Kompolnas, M. Nasser mengungkapkan, jika aparat kepolisian telah bekerja dengan baik, dalam upaya mempersatukan kedua belah pihak. Selama 8 bulan sejak terjadinya kerusuhan Sampang pertama, pada Desember 2011 lalu, polisi telah melakukan sosial terhadap keduanya.

Continue reading

Kompolnas: Tangkap Dalang Teror di Solo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengutuk keras dan merasa prihatin atas terjadinya aksi teror yang dilakukan orang tak dikenal yang menewaskan anggota kepolisian di Kota Solo.

Anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan meminta anggota Polri tetap tenang dan melaksanakan tugasnya sebaga pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.

Continue reading

Kompolnas: KPK ‘Labrak’ MoU karena Polri Tidak Serius

KPK terkesan ‘melabrak’ MoU di ‘menit-menit akhir’ karena Polri tidak serius.

JAKARTA, Jaringnews.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendukung sikap presiden yang tidak mengintervensi hukum terkait tumpang tindih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri dalam kasus dugaan korupsi driving simulator.

“Presiden telah mengeluarkan Inpres tahun 2009 tentang percepatan pemberantasan korupsi, lalu melahirkan MoU (nota kesepahaman). Kalau MoU tersebut lalu dianggap sebagai yang punya masalah, melalui itulah presiden bisa meminta kepada pihak-pihak yang terlibat yaitu Polri, KPK dan kejaksaan untuk memperbaiki MoU itu,” ujar anggota Kompolnas Adrianus Meliala di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (4/8). Continue reading

Kompolnas: Ini Cuma Soal Legawa Polri

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala meminta agar Kepolisian RI berhenti menangani kasus dugaan korupsi simulator ujian surat izin mengemudi (SIM). Menurutnya, Polri harus menyerahkan kasus itu ke KPK untuk menghindari konflik kepentingan yang mungkin timbul karena menangani kasus diduga melibatkan anggotanya sendiri.

“Ini sebenarnya cuma soal legawa-nya Polri saja. Legawa untuk diserahkan kepada KPK dengan pertimbangan konflik kepentingan, imparsialitas dan sebagainya,” kata Adrianus di Jakarta, Sabtu (4/8/2012).
Continue reading

Kompolnas Desak Kapolri Nonaktifkan Jenderal Nakal

JAKARTA — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan keprihatinan terhadap adanya dugaan kasus korupsi yang terjadi di institusi Polri. Padahal Polri adalah Penegak hukum yang mengemban amanah dalam pemberantasan korupsi.

Melihat kasus ini banyak mendapat sorotan publik, Kompolnas meminta Kepala Polisi RI Jenderal Timur Pradopo segera membebastugaskan pejabat Polri yang terlibat.
Continue reading

Kompolnas: Polri Tak Perlu Marah dan Tegang

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan prihatin atas dugaan kasus korupsi yang terjadi di institusi Polri. Kompolnas juga menilai, sikap Polri menjadi tidak terbuka dan terlihat tegang menyusul ditetapkannya seorang jenderal bintang dua sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Menurut saya, Polri tidak perlu marah dan tegang,” kata anggota Kompolnas, Adrianus Eliasta Meliala, saat jumpa pers di kantor Kompolnas, Jakarta, Rabu (1/8/2012) malam.
Continue reading